There was an error in this gadget

Sunday, May 9, 2010

Antara Kereta Sport Dengan Sebuah Al-Quran

Assalamualaikum wbt.



Seorang pemuda yang sedang berada di tahun akhir pengajiannya mengharapkan
sebuah kereta sport daripada ayahnya...lantas, si pemuda memberitahu
hajatnya kepada ayahnya, seorang hartawan yang ternama...si ayah hanya
tersenyum... si anak bertambah yakin, andai keputusan peperiksaannya begitu
cemerlang, pasti kereta itu akan menjadi miliknya..

Beberapa bulan berlalu...ternyata si anak, dengan berkat
kesungguhannya. .telah beroleh kejayaan yang cukup cemerlang..hatinya
berbunga keriangan... satu hari...si ayah memanggil si anak ke bilik
bacaannya..si ayah memuji anaknya...sambil menyatakan betapa bangga hati
seorang bapa sepertinya dgn kejayaan si anak yang cukup cemerlang... si anak
tersenyum puas...di ruang matanya terbayang kilauan kereta sport merah yang
selama ini menjadi idamannya itu...

Si ayah yang bagaikan mengerti kehendak si anak, menghulurkan sebuah kotak
yang berbungkus rapi dan cantik...si anak terkesima... sungguh.. .bukan itu
yg kuhajatkan.. . dengan hati yang berat...kotak itu bertukar
tangan...matanya terarah kepada riak wajah ayahnya...yg tidak menunjukkan
sebarang perubahan; seolah2 tidak dapat membaca tanda tanya yang bersarang
dihatinya... .

Dalam pada itu, si anak masih membuka pembalut yang membungkus kotak
itu...penutup kotak dibuka...apa makna semua ini???..sebuah Al-Quran kecil;
comel dgn cover kulit..tinta emas menghiasi tulisan khat di muka
hadapan...si anak memandang ayahnya...terasa dirinya
dipermainkan. ..amarahnya membuak...nafsu mudanya bergelojak.. . ayah sengaja
mempermainkan saya...ayah bukannya x tahu betapa saya menyukai kereta
tu...bukannya ayah x mampu utk membelikannya. .. sudah ayah...bukan al-Quran
ni yang saya nak...katanya keras...

Al-quran itu dihempaskan keatas meja bacaan...si anak terus meninggalkan si
ayah..tanpa memberi walau sesa'at utk si ayah bersuara...pakaiann ya
disumbatkan ke dalam beg..lantas, dia meninggalkan banglo mewah
ayahnya...memulakan kehidupan baru dengan sekeping ijazah yg
dimilikinya. ...

10 tahun berlalu..si anak kini merupakan seorang yang berharta...punyai
syarikat sendiri...dengan isteri yg cantik dan anak-anak yang sihat...cukup
membahagiakan. ..namun hatinya tersentuh... Sudah 10 tahun..sejak peristiwa
itu dia tidak pernah menjenguk ayahnya...sedang dia berkira2
sendiri...telefonny a berdering... dari peguam ayahnya...ayahnya meninggal
dunia semalam...dengan mewariskan semua hartanya kepada si anak...si anak
diminta pulang untuk menyelesaikan segala yg berkaitan perwarisan harta...

Dan buat pertama kalinya setelah dia bergelar bapa...si anak pulang ke
banglo ayahnya...memerhati kan banglo yg menyimpan 1001 nostalgia dlm
hidupnya...hatinya sebak..bertambah sebak apabila mendapati diatas meja di
bilik bacaannya... Al-quran yang di hempaskannya masih lagi setia berada di
situ...bagaikan setianya hati ayahnya mengharapkan kepulangannya selama
ini...perlahan2 langkahnya menuju ke situ...mengambil al-quran
itu..membelek2- nya dengan penuh keharuan...tiba- tiba...jatuh sesuatu dari
Al-quran itu...segugus kunci...di muka belakang Al-quran itu...sebuah
sampul surat ternyata diselotepkan disitu...

Kunci itu segera dipungut...hatinya tertanya-tanya. ..nyata sekali...di
dalam sampul surat itu...terdapat resit pembelian kereta idamannya... dibeli
pada hari konvokesyennya. .. Dengan bayaran yg telah dilunaskan oleh si
ayah...sepucuk warkah..tulisan tangan org yg amat dikenalinya selama
ini..hadiah teristimewa utk putera kesayanganku. ...air mata si anak menitis
deras...hatinya bagai ditusuk sembilu..penyesalan mula bertandang.. .

Namun semuanya sudah terlambat... Sekadar renungan bersama: berapa banyak
kita melupakan nikmat Allah, hanya semata-mata kerana nikmat itu tidak
"dibungkus", didatangkan atau diberi dalam keadaan yg kita hajati??

Buat renungan kiter bersame...

No comments: